Postingan

Apa Itu Islam?

Gambar
Mengenal apa itu Islam Islam adalah agama yang mengajarkan nilai-nilai ketauhidan, perdamaian, dan kemanusiaan. Kata "Islam" sendiri berasal dari bahasa Arab, yaitu “Aslama” yang berarti menyerahkan diri secara total kepada kehendak Allah SWT. Dari akar kata itu pula muncul kata “salaam” yang artinya damai. Jadi, pada dasarnya Islam adalah agama yang mengajak manusia untuk tunduk kepada Tuhan Yang Maha Esa dan hidup dalam kedamaian, baik dengan sesama manusia, alam semesta, maupun dengan diri sendiri. Latar Belakang Sejarah Munculnya Islam Islam lahir di wilayah Mekkah, di Jazirah Arab, pada abad ke-7 M. Agama ini disebarkan oleh seorang nabi terakhir dalam Islam, yaitu Nabi Muhammad SAW, yang dilahirkan pada tahun 570 M. Pada usia 40 tahun, beliau mulai menerima wahyu dari Allah melalui perantara Malaikat Jibril. Wahyu-wahyu tersebut dikumpulkan menjadi kitab suci umat Islam, yaitu Al-Qur’an. Selama hidupnya, Nabi Muhammad berdakwah selama 23 tahun. Awalnya beliau menghadapi...

Sunan Muria: Ulama Sufi yang Menyatu dengan Rakyat Jelata

Gambar
Asal Usul dan Latar Belakang Sunan Muria, yang bernama asli Raden Umar Said, merupakan salah satu dari Walisongo—sembilan wali penyebar Islam di tanah Jawa yang sangat dihormati. Ia adalah putra dari Sunan Kalijaga, wali yang dikenal sebagai penyebar Islam lewat seni dan budaya. Sedangkan dari garis ibu, ia adalah cucu Brawijaya V, raja terakhir Majapahit. Jadi, darah biru dan darah dakwah mengalir bersamaan dalam dirinya. Namun, meski berasal dari keturunan bangsawan, Sunan Muria lebih memilih hidup sederhana, menyatu dengan rakyat jelata. Ia tak pernah memakai status atau kehormatan keluarganya untuk mendapat tempat, justru sebaliknya—ia datang sebagai teman bagi petani, sahabat bagi nelayan, dan guru bagi rakyat kecil. Ia tinggal dan berdakwah di sekitar Gunung Muria, sebuah wilayah pegunungan yang sejuk dan sunyi, tempat yang sangat cocok untuk seorang sufi yang mencintai alam dan kesendirian sebagai jalan menuju Tuhan. Dari sanalah namanya dikenal sebagai "Sunan Muria". ...

Sunan Kudus: Wali yang Bijak dan Simbol Toleransi Umat Beragama

Gambar
Latar Belakang dan Asal Usul Nama asli Sunan Kudus adalah Ja’far Shadiq, seorang ulama besar yang lahir dari keluarga terpandang. Ia adalah putra dari Sunan Ngudung, seorang panglima perang Kesultanan Demak, dan Syarifah, yang merupakan keturunan Nabi Muhammad SAW dari garis Sayyidina Husain. Garis keturunannya ini menjadikan Sunan Kudus bukan hanya dihormati karena keilmuannya, tapi juga karena nasabnya yang mulia. Sunan Kudus lahir di kota kecil bernama Loram, yang kelak berganti nama menjadi Kudus. Sejak kecil, ia telah menunjukkan kecerdasannya dalam ilmu agama. Ia menimba ilmu dari ayahnya sendiri, lalu melanjutkan belajar ke berbagai tempat. Salah satu guru pentingnya adalah Sunan Bonang dan Sunan Kalijaga, dua tokoh Walisongo yang sangat berpengaruh dalam penyebaran Islam di Jawa. Dalam banyak kisah, Ja’far Shadiq dikenal sebagai seorang anak yang tekun, tidak banyak bicara, tapi sangat peka terhadap keadaan sosial di sekitarnya. Kepekaannya inilah yang kelak menjadikan ia seora...

Sunan Kalijaga: Wali Budaya yang Menyatukan Islam dan Tradisi Jawa

Gambar
 Latar Belakang dan Asal Usul Sunan Kalijaga, yang nama aslinya Raden Mas Said, adalah salah satu dari sembilan wali penyebar Islam di Tanah Jawa (Walisongo) yang dikenal karena pendekatan dakwahnya yang lembut dan penuh toleransi budaya. Ia lahir dari keluarga bangsawan, anak dari Adipati Wilatikta, penguasa Kadipaten Tuban. Dengan latar belakang bangsawan, Mas Said seharusnya hidup dalam kenyamanan dan kemewahan. Namun hidup berkata lain. Diceritakan dalam berbagai babad dan kisah tutur rakyat, Raden Mas Said mengalami masa muda yang penuh gejolak. Ia dikenal sebagai Bramantyo, seorang perampok yang hanya merampok orang kaya dan membagikannya kepada rakyat miskin, mirip tokoh Robin Hood dari Inggris. Perilakunya ini bukan karena ia jahat, melainkan karena kecewa melihat ketidakadilan sosial dan kelaliman pejabat saat itu. Namun titik balik hidupnya terjadi saat bertemu dengan Sunan Bonang. Dalam cerita yang melegenda, Sunan Bonang menangkapnya saat hendak merampok, tapi justru ti...

Sunan Drajat: Sang Dermawan dari Pesisir yang Mewujudkan Islam dalam Tindakan Nyata

Gambar
Asal Usul dan Latar Belakang Nama aslinya adalah Raden Qosim, putra dari Sunan Ampel, salah satu tokoh penting Walisongo. Sejak kecil, Raden Qosim tumbuh di lingkungan pesantren yang dikelola ayahnya, dikelilingi oleh para santri dan ulama. Ia tidak hanya menghafal ayat-ayat suci, tetapi juga menyaksikan langsung bagaimana sang ayah mendidik masyarakat dengan kasih sayang, hikmah, dan kesabaran. Dari kecil ia sudah berbeda. Ketika teman-temannya bermain di halaman pesantren, Raden Qosim sering terlihat memperhatikan orang-orang miskin yang datang meminta makan atau mengadu soal kesulitan hidup. Suatu hari, saat berusia belasan tahun, ia memberikan jatah makan siangnya kepada seorang pengemis tua yang kelelahan. Ketika sang ayah melihatnya, beliau hanya tersenyum dan berkata, “Kau akan tumbuh menjadi orang yang tidak hanya hafal ayat, tapi menjalankannya dalam hidup.” Setelah dewasa, Raden Qosim memilih untuk tinggal dan berdakwah di pesisir Paciran, Lamongan, tempat yang kala itu merup...

Sunan Bonang: Sang Maestro Dakwah Islam Melalui Seni dan Budaya Jawa

Gambar
Asal Usul dan Latar Belakang Di tengah kota pesisir Tuban yang ramai oleh para saudagar dari berbagai penjuru dunia, lahirlah seorang anak lelaki bernama Raden Maulana Makdum Ibrahim sekitar tahun 1465 M. Ia bukan anak sembarangan. Ayahnya adalah Raden Rahmat, yang lebih dikenal sebagai Sunan Ampel, salah satu tokoh Walisongo yang dihormati, sedangkan ibunya, Nyai Ageng Manila, merupakan putri dari adipati Tuban. Sejak kecil, Ibrahim tumbuh dalam lingkungan pesantren yang sangat disiplin dan religius. Tak hanya belajar membaca Al-Qur'an, ia juga diajarkan ilmu fiqih, hadis, tasawuf, dan filsafat. Tapi rasa ingin tahunya yang besar membuatnya tak cukup puas hanya dengan belajar dari ayahnya. Ia lalu merantau jauh ke Samudera Pasai, sebuah pusat peradaban Islam yang makmur di pesisir utara Sumatra, tempat ulama-ulama besar berkumpul. Di sana, ia mendalami ilmu tasawuf dan dakwah dari para guru sufi. Dari pengembaraan inilah ia pulang ke tanah Jawa membawa bukan hanya ilmu, tapi juga ...

Sunan Ampel: Pendidik Ulung dan Arsitek Dakwah Islam di Jawa

Gambar
Latar Belakang dan Asal Usul Nama aslinya adalah Raden Rahmat, seorang tokoh yang lahir dari perpaduan darah ulama dan bangsawan. Ayahnya adalah Maulana Malik Ibrahim, sosok pertama dari Walisongo yang datang ke Jawa, sedangkan ibunya berasal dari Campa (kini wilayah Vietnam). Sejak kecil, Raden Rahmat tumbuh dalam lingkungan keilmuan yang kuat. Ia menyaksikan langsung bagaimana sang ayah berdakwah dengan penuh kesabaran, menyentuh hati masyarakat dengan kelembutan. Cerita menyebutkan, sejak usia belia Raden Rahmat sudah hafal Al-Qur’an dan menunjukkan kecerdasan luar biasa. Ia sering diajak berdiskusi oleh para ulama tua dan mampu menjawab persoalan keagamaan dengan penalaran yang dalam. Suatu hari, ketika mendampingi ayahnya berdakwah di pesisir utara Jawa, ia pernah berkata: “Islam tidak cukup hanya dikenalkan, tapi harus dirasakan manfaatnya oleh umat.” Pada usia sekitar 39 tahun, Raden Rahmat datang ke wilayah Ampel Denta, Surabaya. Wilayah ini dipilih bukan tanpa alasan. Letaknya...